You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pekerja jalan kaki jati
photo Nugroho Sejati - Beritajakarta.id

BPS Catat Tingkat Pengangguran Jakarta Turun pada Agustus 2026

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di DKI Jakarta pada Agustus 2026 tercatat sebesar 5,75 persen. Angka ini turun 0,30 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni 6,05 persen.

"distribusi penduduk bekerja terbesar adalah perdagangan,"

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, Kadarmanto mengatakan, penurunan tersebut sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk yang bekerja. Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), jumlah penduduk bekerja di Jakarta pada Agustus 2026 mencapai 5,21 juta orang, meningkat 84 ribu orang dibandingkan Agustus 2025.

"Lapangan usaha dengan distribusi penduduk bekerja terbesar adalah perdagangan sebesar 22,67 persen atau 1,18 juta orang," ujarnya, saat membacakan Berita Resmi Statistik di Kantor BPS DKI Jakarta, Kamis (5/11).

BPS Jaksel Perkuat Literasi Statistik

Secara keseluruhan, jumlah angkatan kerja di Jakarta pada Agustus 2026 mencapai 5,53 juta orang. Angka tersebut terdiri atas 5,21 juta penduduk bekerja dan 318 ribu pengangguran. Dibandingkan Agustus 2025, jumlah angkatan kerja bertambah 72 ribu orang, sedangkan jumlah pengangguran berkurang 12 ribu orang.

Selain itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Jakarta meningkat 0,46 persen poin menjadi 65,21 persen dibandingkan Agustus 2025.

"TPAK merupakan persentase jumlah angkatan kerja terhadap penduduk usia kerja yang menggambarkan tingkat keterlibatan masyarakat dalam aktivitas ekonomi di suatu wilayah," imbuhnya.

Dari sisi status pekerjaan, jumlah penduduk yang bekerja di sektor formal mencapai 3,29 juta orang atau 63,19 persen dari total penduduk bekerja. Meski demikian, proporsi pekerja formal tersebut turun 0,18 persen poin dibandingkan Agustus 2025.

"Sementara itu, tingkat setengah pengangguran meningkat 0,33 persen poin menjadi 3,55 persen. Tingkat pekerja paruh waktu juga mengalami kenaikan sebesar 2,19 persen poin menjadi 15,54 persen," kata Kadarmanto.

Sementara, berdasarkan wilayah, Kabupaten Kepulauan Seribu mencatat TPT tertinggi di Jakarta, yakni 7,58 persen. Adapun Jakarta Selatan menjadi wilayah dengan TPT terendah sebesar 4,88 persen.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Kepala Bappeda DKI Jakarta Atika Nur Rahmania Tutup Usia

    access_time04-11-2026 remove_red_eye35263 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Gratis Masuk Ancol, Masyarakat Diajak Nikmati Ragam Wisata

    access_time05-11-2026 remove_red_eye16540 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

    access_time31-10-2026 remove_red_eye5222 personAnita Karyati
  4. Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

    access_time02-11-2026 remove_red_eye3876 personBudhi Firmansyah Surapati
  5. Pemprov DKI Salurkan KJP Plus Tahap II dan KJMU Tahun 2026

    access_time04-11-2026 remove_red_eye2654 personAldi Geri Lumban Tobing